TUBAN – Aksi protes atas vonis bebas pelaku kekerasan anak terus bergulir bak gelombang tak terbendung. Setelah mengepung Pengadilan Negeri (PN) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Tuban, puluhan massa dari Aliansi Sekretariat Bersatu melanjutkan langkah ke Kantor Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos P3A PMD), Rabu (10/9/2025).
Tujuan mereka jelas, menuntut negara hadir memulihkan hak korban, dan memastikan ada pendampingan yang nyata. Namun publik justru dibuat kaget oleh pernyataan Kepala Dinsos P3A PMD Tuban, Sugeng Purnomo, yang mengaku baru mengetahui kasus tersebut beberapa hari terakhir.
“Memang ada kekurangan dari kami, tapi saat ini yang lebih penting adalah fokus terhadap pemulihan korban. Kami siap membantu seluruh proses selama itu sesuai data,” ujar Sugeng di depan massa aksi.
Pernyataan itu menimbulkan tanda tanya besar, bagaimana mungkin lembaga yang seharusnya menjadi garda terdepan perlindungan anak justru terlambat mengetahui kasus besar yang telah menyita perhatian publik?
Sugeng yang juga mantan Camat Kerek berjanji segera mengerahkan tenaga pendamping untuk asesmen kebutuhan korban. Ia menegaskan pihaknya akan memastikan masa depan korban tidak terganggu, termasuk akses pendidikan dan kesehatan mental.
“Untuk penanganan, apakah nantinya bisa terkover PBI (Penerima Bantuan Iuran) atau tidak, kami tetap siap mendampingi sampai korban betul-betul pulih,” tambahnya.
Dinsos juga menjanjikan konseling profesional dari psikolog maupun psikiater agar korban tidak terjebak trauma berkepanjangan.
“Yang kami kedepankan adalah masa depan korban. Semua sumber daya akan kami kerahkan agar hak anak untuk tumbuh dan berkembang secara sehat dan layak tidak terenggut,” pungkasnya.
Meski begitu, janji itu tidak serta-merta meredam kekecewaan publik. Massa aksi tetap menilai lemahnya koordinasi antar lembaga membuat korban semakin rentan. Usai bertemu Dinsos, mereka kembali melanjutkan agelong march ke Pengadilan Negeri Tuban untuk menuntut penjelasan langsung dari Ketua PN, Irwansyah Putra Sitorus.
Sayangnya, meski massa bertahan hingga teriknya matahari mereda, sang ketua pengadilan tak kunjung menampakkan diri. (Hus/Tgb).
.png)
6 months ago
9










/data/photo/2025/08/25/68abe52811277.jpeg)



