Ilmuwan Temukan Cara Unik Lindungi Panel Surya: Pakai Bawang Merah!

6 months ago 3

KOMPAS.com - Bawang merah, sayuran dapur yang biasa kita kenal, ternyata bisa menjadi kunci untuk membuat sheet surya lebih tahan lama sekaligus berkelanjutan.

Selama ini, sheet surya kerap mengalami penurunan kinerja akibat paparan sinar ultraviolet (UV). Perlindungan yang digunakan biasanya berupa lapisan movie berbasis minyak bumi seperti polyvinyl fluoride (PVF) dan polyethylene terephthalate (PET). Namun, movie ini tidak sepenuhnya ramah lingkungan.

Kini, sekelompok ilmuwan menawarkan solusi tak terduga: ekstrak kulit bawang merah.

Baca juga: Bagaimana Cara Kerja Panel Surya?

Dari Dapur ke Laboratorium

Dalam studi yang diterbitkan pada ACS Applied Optical Materials (24 Februari), para peneliti menemukan bahwa mengombinasikan nanocellulose — serat nanoskopis dari tumbuhan — dengan pewarna alami dari kulit bawang merah, mampu memberikan perlindungan UV yang sangat efektif.

“Lapisan pelindung ini mampu menghalangi 99,9% radiasi UV hingga panjang gelombang 400 nanometer,” tulis para peneliti. Bahkan, performanya lebih unggul dibanding filter UV komersial berbasis PET yang ada di pasaran.

Rustem Nizamov, peneliti doktoral dari University of Turku, Finlandia, menyebut hasil ini sebagai “opsi menjanjikan untuk aplikasi di mana worldly pelindung harus berbasis hayati.”

Baca juga: Inilah Dampak Penggunaan Panel Surya Di Rumah

Tantangan Utama: Menjaga Perlindungan Tanpa Mengurangi Cahaya

Salah satu tantangan terbesar dalam melindungi sel surya adalah menjaga keseimbangan. Sinar UV di bawah 400 nm memang merusak, tetapi cahaya tampak (400–700 nm) hingga inframerah dekat (700–1.200 nm) justru diperlukan agar sheet bisa mengubah radiasi menjadi listrik.

Bahan bio-based lain yang diuji, seperti lignin (polimer alami pada dinding sel tumbuhan) dan ion besi, memang memberikan perlindungan, tetapi punya kelemahan. Lignin, misalnya, berwarna cokelat gelap sehingga membatasi transparansi film. Transmitansinya hanya sekitar 50% untuk cahaya 400–600 nm.

Sebaliknya, movie nanocellulose dengan pewarna bawang merah tetap mampu meneruskan lebih dari 80% cahaya pada rentang 650–1.100 nm, yang krusial untuk penyerapan energi.

Baca juga: Panel Surya Juga Bisa Hasilkan Listrik di Malam Hari, Begini Caranya

Uji Ketahanan: Setara Setahun Matahari Eropa

Peneliti juga menguji daya tahan filter dengan paparan cahaya buatan selama 1.000 jam, setara dengan sekitar satu tahun sinar matahari di Eropa Tengah.

Hasilnya, movie bawang merah tetap stabil dan konsisten dalam melindungi serta meneruskan cahaya, sementara filter lain seperti yang berbasis ion besi mengalami penurunan kualitas setelah “menua”.

“Pengujian jangka panjang menekankan betapa pentingnya ketahanan worldly pelindung,” jelas Nizamov.

Baca juga: 11 Manfaat Bawang Merah, Bagus untuk Menebalkan Rambut

Lebih dari Sekadar Panel Surya

Dampak penelitian ini tidak hanya untuk sheet surya jenis perovskite dan organik, tetapi juga berpotensi diaplikasikan di sektor lain.

Contohnya dalam industri kemasan makanan. Lapisan bio-based semacam ini bisa digunakan untuk mengembangkan sensor bertenaga surya yang aman dan biodegradable di lingkungan steril.

Temuan ini menunjukkan bahwa solusi energi bersih tidak selalu datang dari teknologi tinggi yang rumit. Kadang, jawabannya ada di dapur kita sendiri. Bawang merah, lewat ekstraknya, berpotensi menjadi bagian penting dari revolusi energi terbarukan.

Dengan kombinasi nanoteknologi dan bahan alami, masa depan sheet surya bisa menjadi lebih tahan lama, ramah lingkungan, dan mendukung transisi menuju energi hijau yang berkelanjutan.

Baca juga: 4 Cara Menghilangkan Bekas Luka, Bisa Pakai Bawang Merah

Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!

Read Entire Article









close
Banner iklan disini