JAKARTA, KOMPAS.com — PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) memandang tren kenaikan harga emas sebagai momentum untuk memperluas bisnis emas fisik yang tengah digarap perseroan.
Wakil Direktur Utama BSI Bob Tyasika Ananta mengatakan, naiknya harga emas mencerminkan permintaan masyarakat yang terus meningkat. Kondisi ini dinilai membuka ruang bagi BSI untuk memperbesar pangsa pasar bisnis emas.
“Ya itu merupakan opportunity yang bagus ya. Harga emas naik artinya demand-nya, pasarnya meningkat,” ujar Bob usai menghadiri acara ESG Now Awards 2025 di Jakarta, Kamis (16/10/2025), dikutip dari Antara.
Baca juga: Bisnis Kustodian BSI Tembus Rp 125 Triliun, Naik 34 Persen Didukung Lonjakan Investor Syariah
BSI diketahui menjadi satu-satunya slope syariah di Indonesia yang telah memperoleh izin menjalankan kegiatan usaha bullion slope atau slope emas dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Februari 2025.
Namun, lonjakan permintaan emas juga menghadirkan tantangan tersendiri bagi BSI, terutama dalam menjaga stok fisik emas agar tetap seimbang dengan penjualan.
“Di BSI kita memang memastikan bahwa kalau kita menjual, memang barangnya ada. Jadi kita juga beli. Kebetulan saat sekarang kalau BSI kan harus memiliki kerja sama dengan para produsennya. Tapi kita bukan produsen, nah ini yang menjadi satu tantangan buat kita untuk ke depan,” jelas Bob.
Untuk memastikan pasokan tetap aman, BSI saat ini bekerja sama dengan beberapa produsen emas dalam negeri, seperti PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA).
Baca juga: Harga Emas Naik 60 Persen, BSI Tawarkan Cara Investasi Aman mulai Rp 50.000
Ke depan, BSI membuka peluang memperluas kemitraan dengan produsen lain guna memperkuat rantai pasok.
“Tapi sementara ini memang buat BSI ya masih di 2–3 produsen lah ya, dan kita kayaknya memang perlu menambah lagi rekanan untuk produsen emas,” tambahnya.
Berdasarkan information per 16 Oktober 2025, harga emas di pasar domestik tercatat sekitar Rp2.557.000 per gram untuk emas Antam dan Rp2.418.000 per gram untuk emas Pegadaian. Sementara di pasar global, harga emas telah menembus level di atas 4.200 dollar AS per troy ounce.
Menanggapi tren tersebut, Bob memperkirakan kenaikan harga emas masih akan berlanjut pada Oktober ini sebelum berangsur stabil pada bulan berikutnya.
“Yang jelas bahwa di bulan-bulan Oktober, bulan ini naiknya akan spike. Tapi nanti mungkin di bulan berikutnya dia akan lebih stabil gitu, ini kan naiknya cukup cepat gitu,” ujarnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com. Download sekarang
.png)
5 months ago
4
/data/photo/2025/12/17/6942a4cd58598.jpeg)
/data/photo/2025/12/14/693e8276bad00.jpg)
/data/photo/2023/09/25/651119b4f0f05.jpg)
/data/photo/2025/12/17/6942ada4698fb.png)
/data/photo/2025/11/06/690c16b8e1742.jpg)
/data/photo/2024/07/29/66a7438e8144a.jpg)
/data/photo/2025/12/17/6942817fdd8c3.jpg)
/data/photo/2025/12/15/694002a077bde.jpg)


/data/photo/2025/08/25/68abe52811277.jpeg)



