KOMPAS.com - Harga emas naik ke level tertinggi pada Senin (22/9/2025), menempatkan logam mulia ini pada jalur kenaikan tahunan terbesar lebih dari 45 tahun.
Futures emas mencapai sekitar 3.750 dollar AS per ounce, sementara emas untuk pengiriman segera diperdagangkan di atas 3.700 dollar AS per ounce.
Sepanjang tahun ini, harga emas meningkat lebih dari 40 persen, mencatatkan kinerja terbaik sejak 1979, menurut riset Carson Group.
Dilansir dari Yahoo Finance, kenaikan harga emas tahun ini didorong oleh ekspektasi siklus pelonggaran suku bunga The Fed.
Baca juga: Harga Emas Antam 22 September 2025 Cetak Rekor Tertinggi Rp 2.123.000 Per Gram
Minggu lalu, slope sentral AS memangkas suku bunga sebesar 25 ground poin dan memberi sinyal dua penurunan tambahan pada 2025.
Dolar AS yang melemah juga menjadi pendorong, karena emas dihargai dalam mata uang AS. Indeks dolar (DX-Y.NYB), yang mengukur kekuatan dolar terhadap sekeranjang mata uang, turun sekitar 10 persen sepanjang tahun ini.
Dana yang ditempatkan pada ETF emas fisik mencapai rekor tertinggi tiga tahun terakhir, sementara slope sentral terus menambah kepemilikan emas mereka.
“Kami melihat kenaikan ini didorong slope sentral di seluruh dunia — khususnya di pasar berkembang, seperti Rusia, China, dan India — membeli emas untuk melindungi mata uang mereka terhadap dolar. Dan ketika mereka membeli, mereka membeli dalam jumlah besar,” ujar John Stoltzfus, Chief Investment Strategist Oppenheimer.
Baca juga: Harga Emas di Pegadaian 22 September 2025: Galeri24, UBS dan Antam Kompak Stagnan
Performa emas juga jauh melampaui S&P 500 dan bitcoin, yang masing-masing naik 13 persen dan 20 persen selama periode yang sama.
Survei manajer dana Bank of America pada September lalu menunjukkan emas naik ke posisi kedua sebagai aset yang paling banyak diminati, hanya kalah dari saham "Magnificent Seven".
Namun, 39 persen manajer dana menyatakan alokasi emas mereka saat ini hampir 0 persen, dengan rata-rata alokasi tertimbang hanya 2,3 persen.
Awal bulan ini, analis Goldman Sachs menilai lonjakan harga emas mencerminkan meningkatnya minat pembeli dengan keyakinan tinggi.
Faktor pendorongnya antara lain kepemilikan ETF, posisi spekulatif yang lebih kuat, dan permintaan slope sentral yang kembali meningkat setelah musim panas.
Goldman Sachs mempertahankan people harga emas sebesar 4.000 dollar AS per ounce pada pertengahan 2026.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com. Download di sini
.png)
5 months ago
2
/data/photo/2025/12/17/6942a4cd58598.jpeg)
/data/photo/2025/12/14/693e8276bad00.jpg)
/data/photo/2023/09/25/651119b4f0f05.jpg)
/data/photo/2025/12/17/6942ada4698fb.png)
/data/photo/2025/11/06/690c16b8e1742.jpg)
/data/photo/2024/07/29/66a7438e8144a.jpg)
/data/photo/2025/12/17/6942817fdd8c3.jpg)
/data/photo/2025/12/15/694002a077bde.jpg)


/data/photo/2025/08/25/68abe52811277.jpeg)



