LEMBATA, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur meluncurkan Kartu Ayo Berwisata yang berlaku bagi semua turis lokal maupun mancanegara.
Kartu ini dijual Rp50.000 dan berlaku selama satu tahun 2025, misalnya dari Januari–Desember 2025
Kartu ini memberikan akses masuk gratis ke seluruh destinasi wisata milik pemerintah Kabupaten Lembata.
Untuk tahun berikutnya, masyarakat dapat memperbarui kepemilikan kartu dengan pembelian baru.
Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Lembata, Kristianus Molan, menjelaskan programme ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi lokal.
Selain itu, programme ini bertujuan untuk memudahkan akses turis ke seluruh destinasi wisata milik Pemkab Lembata.
"Kartu ini seharga Rp50.000 berlaku hingga akhir tahun 2025 dan memberikan akses masuk gratis bagi wisatawan lokal maupun luar daerah," ujar Kristianus dalam keterangannya, Rabu (24/9/2025).
Baca juga: Sensasi Naik Kapal Kayu Saat Liburan ke Lembata, NTT
Adapun beberapa desa wisata di Kabupaten Lembata, yaitu Desa Wisata Mingar, Bour, Lolong, Tewao Wutung, Wulandoni, Belabaja, Atawai, Riang Bao, Hadakewa, Balurebong, Balauring, Labalimut, Atakore, Lusilame, Dikesare, Leuwayan, Lamalera B, Lerek, Lamalera A, dan Dulir.
Selain itu ada juga destinasi lain, seperti Bukit Cinta Lembata, Pantai Wewan Bele Wai Jarang, Ili Lolon Todanara, Atawua Palace Twaowutung, dan Pantai Mutiara.
Kristianus berharap kebijakan tersebut mampu mendorong lebih banyak masyarakat dan turis untuk menjelajahi keindahan alam dan budaya Lembata.
Sementara itu, Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak yang mendukung pengembangan pariwisata di wilayahnya.
Menurutnya, pariwisata tidak hanya soal destinasi, tetapi juga pengembangan ekonomi kreatif, kuliner, dan produk lokal seperti jagung titi dan garam.
Oleh sebab itu, lanjut Petrus, penting untuk menata pengelolaan dan manajemen destinasi wisata secara profesional.
"Tentu, mulai dari fasilitas dasar hingga kenyamanan pengunjung harus diperhatikan, demi keberlanjutan sektor ini," tandasnya
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com. Download di sini
.png)
5 months ago
2
/data/photo/2025/12/17/6942a4cd58598.jpeg)
/data/photo/2025/12/14/693e8276bad00.jpg)
/data/photo/2023/09/25/651119b4f0f05.jpg)
/data/photo/2025/12/17/6942ada4698fb.png)
/data/photo/2025/11/06/690c16b8e1742.jpg)
/data/photo/2024/07/29/66a7438e8144a.jpg)
/data/photo/2025/12/17/6942817fdd8c3.jpg)
/data/photo/2025/12/15/694002a077bde.jpg)


/data/photo/2025/08/25/68abe52811277.jpeg)



