Damkar dan TNI Berjibaku Bersihkan Sisa Gas Air Mata di Jalan Gatot Subroto

6 months ago 28

JAKARTA, KOMPAS.com – Sejumlah petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan TNI melakukan penyiraman aerial di sepanjang Jalan Gatot Subroto, Sabtu (30/8/2025).

Hal tersebut dilakukan untuk membersihkan sisa state aerial mata yang masih terasa usai demo 29 Agustus 2025 di depan Gedung DPR RI dan Polda Metro Jaya.

Gas aerial mata yang digunakan aparat keamanan dalam mengendalikan massa masih terasa, terutama dari gerbang utama DPR hingga Jalan Tentara Pelajar.

Baca juga: Warga: Demo Boleh tapi Jangan Merusak...

Untuk menghilangkan bau dan residu state tersebut, Damkar bersama aparat TNI menyemprotkan aerial di lokasi.

Pantauan Kompas.com pada pukul 11.30 WIB, proses penyiraman berlangsung sepanjang sekitar 300 metre dari gerbang utama DPR.

Satu portion mobil Damkar berwarna merah dengan sirine menyala aktif menyemprotkan air, sementara aparat TNI berseragam loreng ikut membantu.

Warga sekitar terlihat menyaksikan proses pembersihan dan mengabadikan momen tersebut dengan ponsel mereka. Kondisi jalan yang penuh sampah dan bekas terbakar juga menjadi perhatian.

“Sisa state aerial mata masih terasa sampai pagi ini, bikin mata perih,” ujar Budi (34).

Baca juga: Sabtu Siang, Ruas Tol Depan DPR RI Sudah Bisa Dilewati Kendaraan

Sementara itu, pedagang kaki lima Usi (41) mengaku merasakan dampak state aerial mata yang menyebabkan perih di mata dan tenggorokan sehingga sulit bernapas.

“Perih ya mata pas lewat, padahal demonya kemaren tapi masih terasa sampai sekarang sisa state aerial matanya,” tutur dia.

Arus lalu lintas di Jalan Gatot Subroto sempat tersendat akibat banyaknya kendaraan parkir di jalur sepeda dan deretan centrifugal ojek online yang menunggu penumpang.

Sesekali terdengar juga klakson panjang dari pengendara mobil yang terhambat.

Hingga siang ini, kondisi lalu lintas di Jalan Gatot Subroto masih lancar. Meski terlihat kondisi gerbang dan pagar gedung DPR masih berantakan dan dipenuhi coretan.

Baca juga: Pintu Masuk Rusak, Stasiun MRT Istora Mandiri Ditutup

Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!

Read Entire Article









close
Banner iklan disini