Cerita Perantau Tinggal di Kolong Flyover Grogol, Menanti Digusur Penataan Ruang Publik

6 months ago 6

JAKARTA, KOMPAS.com – Di bawah riuh kendaraan yang melintas di jalan layang dan tol Grogol, Jakarta Barat, sejumlah warga hidup tanpa tempat tinggal layak.

Mereka memilih menetap di kolong flyover, menjadikannya “rumah” sekaligus pangkalan kerja.

Rukiman (48), perantau asal Jepara, Jawa Tengah, sudah sekitar delapan bulan terakhir menetap di kolong flyover Grogol.

Pria yang sehari-hari mencari nafkah sebagai tukang gali itu menuturkan, lokasi tersebut sudah lama dikenal sebagai tempat berkumpulnya para pekerja serabutan.

“Kalau dari dulu, dari jaman dulu kan orang di Jakarta sudah tau, kalau cari tukang gali, ya tukang gali Grogol. Ya kita-kita ini, yang di kolong sini,” ujar Rukiman kepada Kompas.com, Selasa (26/8/2025).

Baca juga: Penampakan Kolong Flyover Grogol yang Bakal Jadi Ruang Publik: Dihuni Sejumlah Orang

Namun, kondisi ekonomi yang kian sulit membuatnya tak lagi bergantung pada satu jenis pekerjaan.

“Sekarang ya kan cari duit susah to, kerja ya apa saja, serabutan saja. Enggak mesti galian atau proyek. Yang penting bisa dapat (uang),” katanya.

Rukiman mengaku sudah hampir satu bulan tak mendapat pesanan proyek.

“Sudah lama banget nggak ada orderan, sudah jarang yang dateng ke sini. Hampir satu bulan kayaknya,” sambungnya.

Salah satu lapak pedagang makanan dan minuman di kolong flyover Grogol, Jakarta Barat yang ingin ditata ulang oleh Pemkot Jakbar menjadi ruang publikKompas.com/Ridho Danu Prasetyo Salah satu lapak pedagang makanan dan minuman di kolong flyover Grogol, Jakarta Barat yang ingin ditata ulang oleh Pemkot Jakbar menjadi ruang publik

Baca juga: Warga Jakbar Akan Punya Flyover Baru di Jalan Latumenten Grogol

Hidup Bersama “Dulur”

Di perantauan, Rukiman tinggal bersama beberapa rekannya yang ia sebut sebagai dulur.

Mereka juga sama-sama datang dari Jepara dan tak punya tempat tinggal tetap.

“Ada dulur. Dulu kan ya ngikut dulur-dulur dari Jepara pada merantau ke sini (Jakarta). Sekarang di sini ya ada dulur juga,” tuturnya.

Rukiman tidur beralaskan kardus dan karung yang digelar di atas paving block.

Baca juga: Flyover dan Underpass di Jalan TB Simatupang, Solusi Jangka Panjang Pemprov DKI Atasi Macet

Di samping tempat tidurnya, tampak ketel listrik, galon, tumpukan kardus berisi barang, hingga jam dinding sederhana.

Pemandangan serupa juga terlihat dari rekan-rekannya, ada yang beristirahat di atas tikar dan kardus, dengan tas ransel dijadikan bantal.

Read Entire Article









close
Banner iklan disini