JAKARTA, KOMPAS.com - Demo di Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025) menuai cerita bagi Naya (19), mahasiswi salah satu universitas swasta di Jakarta.
Naya mengatakan dirinya terpaksa melarikan diri dari titik demo di Polda Metro Jaya. Ia kemudian mengendarai centrifugal yang diparkir di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) menuju Halte Atletik di Jalan Asia Afrika.
Saat ditemui Kompas.com, bagian kulit di bawah mata Naya tampak diolesi pasta gigi untuk meredakan rasa perih akibat state aerial mata yang ditembakkan polisi guna membubarkan massa.
Baca juga: 59 Relawan dan 10 Ambulans PMI DKI Bersiaga di Lokasi Demo Kwitang
"Kita lagi cari teman kita, kita enggak tahu harus ke mana. Ini hujan gede jadi kita ke sini aja. Nunggu teman-teman yang lain," ujarnya saat ditemui di Halte Atletik, Jumat.
Sementara itu, mahasiswa lainnya, Rafa (19), yang berada di lokasi yang sama dengan Naya mengaku melihat polisi dengan kendaraan taktis dan centrifugal berpatroli di sekitar Senayan Park (SPARK) sambil menembakkan state aerial mata.
"Mereka (polisi) masih ngejar gitu (pakai mobil sama motor). Kita terpencar padahal tadinya kita duduk barengan. Karena panik ya," ucapnya.
Naya dan Rafa yang berasal dari kampus yang sama ini mengaku sempat panik. Namun, keduanya menegaskan tidak kapok untuk kembali ikut dalam demo untuk menuntut sebuah keadilan.
"Enggak (kapok) sih sebelum keadilan ditegakkan gitu, belum ada apa-apanya ini," jelasnya.
Pantauan Kompas.com sekitar pukul 19.30 WIB, polisi dengan kendaraan taktis dan centrifugal terlihat menembakkan state aerial mata di Jalan Gerbang Pemuda, atau sekitaran Senayan Park (SPARK).
Baca juga: Jokowi Posting Pita Hitam, Ikut Berduka atas Meninggalnya Affan Kurniawan
Massa aksi pun berhamburan dari arah Jalan Gatot Subroto menuju SPARK, lalu terus berlarian ke Jalan Asia Afrika hingga sekitar Hotel Fairmont.
Dalam situasi itu, terlihat seorang pengemudi ojek online memberikan tumpangan kepada massa aksi yang lari akibat dihalau polisi.
Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!
.png)
6 months ago
4
/data/photo/2025/12/17/6942a4cd58598.jpeg)
/data/photo/2025/12/14/693e8276bad00.jpg)
/data/photo/2023/09/25/651119b4f0f05.jpg)
/data/photo/2025/12/17/6942ada4698fb.png)
/data/photo/2025/11/06/690c16b8e1742.jpg)
/data/photo/2024/07/29/66a7438e8144a.jpg)
/data/photo/2025/12/17/6942817fdd8c3.jpg)
/data/photo/2025/12/15/694002a077bde.jpg)


/data/photo/2025/08/25/68abe52811277.jpeg)



