Cerita Komandan Skadron 33 Bantu Korban Gempa Myanmar: Hercules Jadi Andalan

5 months ago 2

MAKASSAR, KOMPAS.com - Komandan Skadron Udara 33 Lanud Sultan Hasanuddin, Letkol Pnb A.M. Averroes, mengenang pengalaman pasukannya saat mengerahkan pesawat C-130 Hercules untuk membantu korban gempa di Myanmar, April lalu.

Baginya, misi kemanusiaan lintas negara adalah wujud nyata operasi militer selain perang (OMSP) yang selalu siap dijalankan TNI Angkatan Udara.

“Pesawat Hercules ini salah satu pesawat yang menjadi andalan bagi tidak hanya untuk rakyat Indonesia, tapi juga untuk skala internasional, terutama masalah bansos," kata Averroes saat ditemui di Skadron Udara 33, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (22/9/2025).

Baca juga: Mengintip Skuadron Udara 33 di Makassar, Kandang Pilot Hercules yang Mampu Terbang dalam Gelap

Sebelum Myanmar, kata dia, Hercules kerap dikerahkan dalam berbagai misi kemanusiaan. Mulai dari mendukung penanganan bencana di Filipina, gempa besar di Palu, hingga tsunami Aceh.

“Jadi pada intinya itu merupakan hal yang biasa buat kami. Kami akan selalu siap untuk melaksanakan operasi tersebut sesuai dengan tugas yang diberikan kepada kami," jelas Averroes.

Dia bercerita, saat perintah bantuan ke Myanmar turun, banyak personel sedang cuti akhir tahun. Namun, seluruh prajurit segera kembali dan menyiapkan pesawat.

Komandan Skadron Udara 33 Lanud Sultan Hasanuddin, Letkol Pnb A.M. Averroes ditemui hanggar Skadron Udara 33, Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (22/9/2025).KOMPAS.com/NICHOLAS RYAN ADITYA Komandan Skadron Udara 33 Lanud Sultan Hasanuddin, Letkol Pnb A.M. Averroes ditemui hanggar Skadron Udara 33, Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (22/9/2025).

“Dalam waktu kurang dari lima hari, kami sudah sampai di Myanmar dengan membawa dukungan-dukungan yang memang diperlukan saat itu, beserta personel-personel," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, pesawat C-130 Hercules TNI Angkatan Udara (AU) yang membawa 10.446 kilogram bantuan untuk korban gempa di Myanmar, sukses mendarat di Bandara Naypyidaw, Selasa (1/4/2025).

Baca juga: Indonesia Kini Punya Skadron Pendidikan Siber, Apa Tugasnya?

Pesawat yang berasal dari Skadron Udara 33 Lanud Sultan Hasanuddin ini diterbangkan oleh Pilot In Command (PIC) Letkol Pnb A.M. Averroes.

Pesawat lepas landas dari Lanud Halim Perdanakusuma, lalu transit di Lanud Sultan Iskandar Muda.

"Bantuan mencakup satu portion truk dari Basarnas, 68 koli tenda pengungsi dari Kementerian Pertahanan, serta tiga ekor anjing pelacak dari Dipolsatwa," kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI Ardi Syahri dalam keterangannya, Rabu (2/4/2025).

Pesawat C-130 Hercules TNI Angkatan Udara (AU) yang membawa 10.446 kilogram bantuan untuk korban gempa Myanmar, sukses mendarat di Bandara Naypyidaw, Selasa (1/4/2025).Dokumentasi Dinas Penerangan Angkatan Udara. Pesawat C-130 Hercules TNI Angkatan Udara (AU) yang membawa 10.446 kilogram bantuan untuk korban gempa Myanmar, sukses mendarat di Bandara Naypyidaw, Selasa (1/4/2025).

"Setibanya di Naypyidaw, seluruh bantuan diserahterimakan kepada otoritas setempat untuk didistribusikan ke daerah terdampak gempa berkekuatan 7,7 skala Richter," tambah dia.

Ardi menyampaikan bahwa pesawat ini menjadi armada kedua TNI AU yang berhasil mengirimkan bantuan ke Myanmar.

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com. Download di sini

Read Entire Article









close
Banner iklan disini