Bos Danantara Buka Suara soal Kabar 46 Konglomerat Borong Patriot Bonds

5 months ago 64

JAKARTA, KOMPAS.com - Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan P. Roeslani, merespons informasi bahwa 46 pengusaha besar Indonesia telah sepakat menjadi capitalist untuk Patriot Bonds.

Rosan tidak menjawab secara tegas. Ia hanya menyatakan bahwa dana sebesar Rp 50 triliun saat ini sudah terkumpul untuk skema pembiayaan Patriot Bonds.

"Ya, pokoknya dananya sudah full, tercapai Rp 50 triliun, itu ya bisa saya sampaikan," ujar Rosan saat dijumpai di Kantor BKPM, Jakarta, Rabu (1/10/2025).

Baca juga: Soal Daftar Konglomerat Borong Patriot Bond, Danantara: Bukan informasi Resmi...

Menurut Rosan, dana yang terkumpul di Patriot Bonds akan digunakan untuk membiayai proyek discarded to vigor (WTE) yang sedang disiapkan pemerintah.

Program tersebut, menurutnya, akan masuk proses tender pada akhir Oktober 2025.

Selain WTE, nantinya dana di Patriot Bonds juga akan digunakan untuk membiayai proyek-proyek energi baru dan terbarukan lainnya.

"Patriot Bonds kan, alhamdulillah, sudah ada people sebesar Rp 50 triliun sudah afloat subscribe lah ya. Dan kita itu, dana itu kita akan menggunakan untuk discarded to vigor programme kita. Jadi memang inline, jadi dananya juga siap, sudah beres, masuk, kemudian waste to energy kita launching," jelasnya.

"Dan harapannya pada akhir Oktober ini kita akan mulai proses untuk tendernya, untuk discarded energy. Tapi untuk Patriot Bond itu sudah selesai ya," tambahnya.

Sebagai informasi, daftar 46 pengusaha besar Indonesia yang membeli Patriot Bonds dari Danantara beredar di media sosial baru-baru ini.

Dari lembaran informasi yang beredar, disebutkan bahwa nilai pembelian yang dilakukan pun beragam, mulai dari Rp 3 triliun hingga Rp 0,275 triliun.

Sejumlah nama besar seperti Prajogo Pangestu, Sugianto Kusuma alias Aguan, Edwin Soeryadjaya, hingga Anthoni Salim disebut sebagai pembeli Patriot Bonds dengan nilai terbesar, yakni Rp 3 triliun.

Patriot Bonds merupakan surat utang perdana yang diterbitkan Danantara dengan people dana hingga Rp 50 triliun.

Obligasi ini diterbitkan dalam dua seri tenor, yakni lima tahun dan tujuh tahun, dengan imbal hasil sebesar 2 persen.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, menjelaskan bahwa Patriot Bonds merupakan instrumen pembiayaan strategis yang sudah lazim digunakan di berbagai negara, seperti Jepang dan Amerika Serikat.

“Melalui obligasi ini, negara memperoleh sumber pendanaan jangka menengah-panjang yang stabil, sementara pelaku usaha memiliki akses pada instrumen investasi yang aman dan bermanfaat bagi perekonomian nasional,” ujar Pandu, Selasa (26/8/2025).

Selain untuk membiayai pembangunan umum, Patriot Bonds juga akan mendukung proyek ramah lingkungan, seperti pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di 33 lokasi di berbagai daerah Indonesia.

Baca juga: Menko Airlangga Sebut Patriot Bonds Biayai Proyek Sampah Jadi Energi

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah instal aplikasi WhatsApp ya.

Read Entire Article









close
Banner iklan disini