BEI Buka Suara soal IHSG Ambruk di Tengah Panas Demo Tewasnya Affan

6 months ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Bursa Efek Indonesia (BEI) buka suara soal Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang amblas pada perdagangan hari ini, Jumat (29/8), di tengah memanasnya aksi demo di sejumlah daerah imbas tewasnya operator ojol Affan Kurniawan dilindas rantis Brimob. 

IHSG terpantau anjlok 180,81 poin atau 2,27 persen ke level 7.771 pada akhir sesi pertama perdagangan hari ini.

Direktur Pengembangan (BEI) Jeffrey Hendrik tidak khawatir dengan ambruknya IHS. Menurutnya, pasar modal RI secara cardinal tercatat kuat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau terkait IHSG, yang paling kompeten untuk menyampaikan analisisnya adalah para analis. Kalau dari bursa, kami melihat cardinal pasar kita itu kuat," kata Jeffrey kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, dikutip detikfinance, Jumat (29/8).

Jeffrey menilai pergerakan IHSG hari ini masih dalam batas wajar. Secara teknikal, pergerakan IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 8.0222.

"Artinya, kalaupun ada koreksi yang bersifat teknikal, itu wajar. Yang penting, cardinal kita masih sangat kuat. Tetapi, sekali lagi kami ingatkan, capitalist harus mengambil keputusan secara rasional," jelasnya.

"Selama 34 tahun Bursa menyelenggarakan perdagangan, sudah banyak hal baik dan buruk terjadi," sambungya.

Sejumlah aksi demonstrasi terjadi di berbagai daerah di Indonesia pada Kamis (28/8) kemarin dengan membawa berbagai tuntutan. Dalam aksi tersebut, seorang operator ojek online (ojol), Affan Kurniawan, tewas usai karena dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob. Kematian Affan semakin memicu kemarahan rakyat.

Hari ini, demonstrasi masih berlangsung di beberapa titik di Jakarta, seperti Senen dan Kwitang, Jakarta Pusat.

Unjuk rasa tak hanya meluas di Jakarta, tapi juga makin menyebar ke sejumlah daerah seperti Bandung (Jawa Barat) Surabaya (Jawa Timur) hingga Solo (Jawa Tengah). Beberapa titik demonstrasi bahkan terpantau mulai rusuh.

[Gambas:Video CNN]

(fby/pta)

Read Entire Article









close
Banner iklan disini