JAKARTA, KOMPAS.com - Empat slope pelat merah kompak menaikkan suku bunga deposito valuta asing (valas) dalam denominasi dollar AS menjadi 4 persen.
Ekonom Maybank Myrdal Gunarto mengatakan, kebijakan ini dimaksudkan untuk menarik lebih banyak dana asing ke Indonesia.
Saat ini, besaran suku bunga deposito valas tersebut lebih tinggi dari yang dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebesar 2,25 persen.
Baca juga: Bank Mandiri dan BTN Naikkan Deposito Valas Jadi 4 Persen
FREEPIK/PCH.VECTOR Ilustrasi bank.
"Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat likuiditas perbankan di tengah dinamika global," kata dia kepada Kompas.com, Kamis (25/9/2025).
Ia menambahkan, pemerintah berupaya memanfaatkan momentum ini untuk mengamankan likuiditas valuta asing domestik guna memperkuat kondisi moneter dan menjaga stabilitas moneter serta makroekonomi domestik.
"Khususnya nilai tukar rupiah," imbuh dia,.
Myrdal melihat potensi kebijakan ini optimal untuk memperkuat amunisi moneter domestik, terutama melalui penguatan posisi cadangan devisa.
Baca juga: BRI Naikkan Suku Bunga Deposito Valas jadi 4 Persen
Hal ini dikarenakan Indonesia secara konsisten mencatat surplus perdagangan minimal 2 miliar dollar AS per bulan selama lima tahun terakhir, yang diperkuat oleh defisit transaksi berjalan yang rendah, yaitu kurang dari 1,5 persen sejak 2020.
Sedikit catatan, cadangan devisa Indonesia tercatat sebesar 150,7 miliar dollar AS pada Agustus 2025.
Lebih lanjut, Myrdal bilang, ada potensi risiko peningkatan permintaan valas domestik jika permintaan domestik untuk deposito valas meningkat.
.png)
5 months ago
2
/data/photo/2025/12/17/6942a4cd58598.jpeg)
/data/photo/2025/12/14/693e8276bad00.jpg)
/data/photo/2023/09/25/651119b4f0f05.jpg)
/data/photo/2025/12/17/6942ada4698fb.png)
/data/photo/2025/11/06/690c16b8e1742.jpg)
/data/photo/2024/07/29/66a7438e8144a.jpg)
/data/photo/2025/12/17/6942817fdd8c3.jpg)
/data/photo/2025/12/15/694002a077bde.jpg)


/data/photo/2025/08/25/68abe52811277.jpeg)



