TUBAN – Dua orang warga menjadi korban tertimpa reruntuhan atap Pasar Sore Sendangharjo, Kecamatan Tuban pada Selasa (2/9/2025) siang. Atap pasar tua yang sejak lama tak difungsikan itu roboh setelah diterjang angin kencang, menimpa Lasmirah (58), warga Rembang dan Indro (40), warga Plumpang.
Keduanya korban yang juga menjadikan bangunan pasar sebagai kediaman mereka itu mengalami luka serius di kaki dan kepala. Bahkan Indro sempat tertindih kayu penopang genteng saat sedang berjualan kopi di sekitar lokasi.
“Saya sedang menunggu pembeli sambil tiduran tengkurap, tiba-tiba atap langsung roboh. Saya tidak sempat menghindar,” ujar Indro dengan wajah masih pucat menahan sakit.
Lasmirah yang saat itu beristirahat juga tak luput dari reruntuhan. Kakinya terhimpit kayu dan genteng hingga sulit berjalan.
“Sebelum kejadian memang ada angin kencang, tapi saya tidak menyangka bangunan bisa roboh begitu saja,” ucapnya dengan nada syok.
Pasar yang dibangun tahun 2009 itu sebenarnya sudah dinonaktifkan Pemkab Tuban sejak 2024. Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan (Diskopumdag) Tuban, Gunadi, mengaku pihaknya sudah memasang banner peringatan agar warga tidak lagi berjualan di country tersebut.
Namun, faktanya masih ada pedagang dan warga yang memanfaatkan bangunan itu sebagai tempat usaha maupun istirahat. Peringatan tanpa pengawasan ketat justru berujung celaka.
“Pasar ini memang sudah tidak difungsikan. Sekarang masih tahap perencanaan pemanfaatan berikutnya. Untuk detailnya nanti ke badan perencanaan. Meski begitu, kami tetap bertanggung jawab terhadap para korban,” ujar Gunadi.
Ia menambahkan, pihaknya telah menawarkan untuk membawa korban ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Peristiwa ini menyisakan tanda tanya besar, mengapa bangunan yang sudah dinonaktifkan tetap bisa diakses warga tanpa pengamanan memadai? Minimnya tindak lanjut setelah peringatan dipasang membuka celah terjadinya insiden.
“Kami akan mengecek kondisi Pasar Baru Tuban di sisi timur untuk memastikan kelayakan bangunan. Langkah ini dianggap penting agar tragedi serupa tidak terulang,” pungkasnya.
Ambruknya atap Pasar Sore Sendangharjo menjadi pengingat pahit, gedung tua yang tak difungsikan bukan sekadar bangunan mati, tapi juga bom waktu. Ketika dibiarkan tanpa pengawasan dan perawatan, nyawa warga bisa menjadi taruhannya. (Hus/Tgb).
.png)
6 months ago
2










/data/photo/2025/08/25/68abe52811277.jpeg)



