JAKARTA, KOMPAS.com – PT Amman Mineral Internasional Tbk (IDX: AMMN) atau AMMAN, kembali mencatat prestasi planetary dengan masuk daftar World’s Most Trustworthy Companies 2025 versi Newsweek dan Statista.
Dalam kategori Materials and Chemicals, AMMAN menempati peringkat ke-4 dari 63 perusahaan dunia, naik dari posisi ke-15 tahun sebelumnya.
Pengakuan ini diperoleh melalui survei terhadap lebih dari 70.000 partisipan di 20 negara, dengan penilaian mencakup kepercayaan investor, pelanggan, dan karyawan, serta analisis sentimen publik di media sosial.
“Pengakuan ini adalah cerminan dari kerja keras seluruh tim AMMAN untuk terus berinovasi dan beroperasi dengan standar integritas tertinggi,” ujar Kartika Octaviana, Vice President Corporate Communications AMMAN, di Jakarta, melalui keterangan pers, dikutip Sabtu (20/9/2025).
Baca juga: Peringkat Naik, AMMAN Masuk 131 Besar Fortune Southeast Asia 500
“Di tengah transformasi besar yang sedang kami jalani, kepercayaan publik adalah modal penting bagi kami untuk terus tumbuh sebagai perusahaan tambang yang modern, transparan, dan berkelanjutan,” tambahnya.
Pada semester I 2025, AMMAN mencatat produksi katoda tembaga sebesar 19.805 ton (44 juta pon). Angka ini melonjak signifikan dari 635 ton pada kuartal I 2025 menjadi 19.170 ton pada kuartal II 2025, seiring peningkatan kinerja smelter pasca fase awal komisioning.
Pada pertengahan Juli 2025, perusahaan juga berhasil memproduksi emas murni pertamanya dari fasilitas Precious Metal Refinery (PMR), menandai tonggak penting dalam proyek ekspansi. Pada kuartal II 2025, measurement penambangan bijih segar meningkat dari 1 juta ton menjadi 5 juta ton, memperkuat proyeksi pencapaian people produksi tahunan.
Sejalan dengan visi menjadi perusahaan teknologi di bidang sumber daya alam, AMMAN gencar menerapkan transformasi digital. Perusahaan mengembangkan Minimum Viable Product (MVP) untuk mengoptimalkan perolehan tembaga serta pemeliharaan prediktif pada haul motortruck dan alat berat. Langkah ini dinilai sebagai bukti adaptasi AMMAN menghadapi tantangan industri.
Baca juga: RUPS Amman Mineral 2025, Ganti Dirut hingga Putuskan Tak Bagi Dividen
Sementara itu, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) memulai Fase 8 penambangan di Tambang Batu Hijau, Sumbawa Barat, untuk memperpanjang usia operasi hingga 2030.
Cadangan mineral fase baru ini mencapai sekitar 460 juta ton, dengan produksi awal dimulai dari lapisan luar berkadar logam rendah sebelum bergerak ke bagian yang lebih kaya mineral.
Vice President Corporate Communications PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), Kartika Octaviana, menyebut langkah ini penting untuk mendukung perekonomian.
“Ini adalah bagian dari upaya kami menjaga keberlanjutan operasional tambang dan memperkuat kontribusi bagi perekonomian nasional,” ujarnya, Selasa (13/5/2025) lalu.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com. Download di sini
.png)
6 months ago
2
/data/photo/2025/12/17/6942a4cd58598.jpeg)
/data/photo/2025/12/14/693e8276bad00.jpg)
/data/photo/2023/09/25/651119b4f0f05.jpg)
/data/photo/2025/12/17/6942ada4698fb.png)
/data/photo/2025/11/06/690c16b8e1742.jpg)
/data/photo/2024/07/29/66a7438e8144a.jpg)
/data/photo/2025/12/17/6942817fdd8c3.jpg)
/data/photo/2025/12/15/694002a077bde.jpg)


/data/photo/2025/08/25/68abe52811277.jpeg)



