KOMPAS.com - Para paleontolog menemukan fosil yang diyakini sebagai leluhur kadal tertua yang pernah diketahui. Fosil tersebut — berupa tengkorak dan kerangka hampir lengkap — ditemukan di Formasi Helsby Sandstone, Devon, Inggris, dan diberi nama Agriodontosaurus helsbypetrae. Fosil ini diperkirakan berusia 242 juta tahun, berasal dari zaman Trias Tengah, tepat sebelum kemunculan dinosaurus.
Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Nature dan langsung menarik perhatian dunia ilmiah. Pasalnya, spesimen ini 3–7 juta tahun lebih tua daripada lepidosaur tertua yang sebelumnya ditemukan, Wirtembergia dari Formasi Erfurt.
Baca juga: Penemuan Fosil Bolg amondol: Kadal Berbaju Zirah dari Zaman Dinosaurus
Lepidosaur: Keluarga Raksasa Reptil Modern
Lepidosauria adalah kelompok vertebrata darat paling beragam, mencakup sekitar 12.000 spesies kadal dan ular, serta satu spesies unik bernama tuatara (Sphenodon punctatus) dari Selandia Baru.
Kadal dan ular — yang secara kolektif disebut squamata — sukses bertahan dan berkembang karena ukuran tubuh mereka yang kecil serta tengkorak yang fleksibel, memungkinkan mereka menelan mangsa besar. Ciri khas ini, seperti tengkorak yang sebagian berengsel dan gigi di langit-langit mulut, membantu mereka menangkap dan memanipulasi mangsa.
Namun, tuatara justru mempertahankan ciri primitif berupa batang temporal bawah (tulang pipi) yang lengkap, memberi penampilan “purba” seperti nenek moyang reptil.
Baca juga: Kerabat Tuatara Hidup di Pohon 145 Juta Tahun Lalu
Temuan yang Mengejutkan
Apa yang membuat Agriodontosaurus helsbypetrae begitu menarik adalah karena fosil ini justru tidak memiliki beberapa ciri khas yang diharapkan para ilmuwan.
“Fosil baru ini hampir tidak menunjukkan apa yang kami prediksi,” ungkap Dan Marke, paleontolog dari University of Bristol dan University of Edinburgh.
“Ia tidak memiliki gigi di langit-langit mulut dan tidak ada tanda-tanda engsel tengkorak. Hanya satu dari tiga ciri yang sesuai — yakni batang temporal bawah yang terbuka. Namun, giginya luar biasa besar dibanding kerabat dekatnya.”
Profesor Michael Benton dari University of Bristol menambahkan: “Ketika melihat fosilnya, seluruh kerangka bisa muat di telapak tangan Anda. Setelah pemindaian dan kerja keras mahasiswa membersihkan data, kami melihat item yang luar biasa. Gigi segitiga besar kemungkinan digunakan untuk menusuk dan merobek kutikula keras serangga mangsanya — mirip dengan cara tuatara berburu saat ini.”
Baca juga: 5 Jenis Kadal yang Paling Berbahaya di Dunia
Teknologi Canggih untuk Spesimen Kecil
Karena ukurannya yang sangat kecil — tengkoraknya hanya sekitar 1,5 cm — fosil ini sulit dipelajari. Para ilmuwan menggunakan fasilitas European Synchrotron Radiation Facility di Prancis, semacam mikroskop raksasa dengan sinar-X 100 miliar kali lebih terang daripada sinar-X rumah sakit, untuk memindai fosil dan menghasilkan gambar beresolusi tinggi.
Penemuan ini memaksa ilmuwan untuk meninjau kembali teori evolusi lepidosaur. Dengan kombinasi ciri unik — sebagian modern, sebagian primitif — Agriodontosaurus helsbypetrae menjadi kunci penting untuk memahami bagaimana kadal, ular, dan tuatara berkembang dari nenek moyang bersama mereka.
“Hewan baru ini tidak seperti apa pun yang pernah ditemukan dan membuat kami berpikir ulang tentang evolusi kadal, ular, dan tuatara,” tegas Marke.
Baca juga: Apa Perbedaan Bunglon dan Kadal?
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com. Download di sini
.png)
6 months ago
2
/data/photo/2025/12/17/6942a4cd58598.jpeg)
/data/photo/2025/12/14/693e8276bad00.jpg)
/data/photo/2023/09/25/651119b4f0f05.jpg)
/data/photo/2025/12/17/6942ada4698fb.png)
/data/photo/2025/11/06/690c16b8e1742.jpg)
/data/photo/2024/07/29/66a7438e8144a.jpg)
/data/photo/2025/12/17/6942817fdd8c3.jpg)
/data/photo/2025/12/15/694002a077bde.jpg)


/data/photo/2025/08/25/68abe52811277.jpeg)



